Minggu, 25-Jul-2021

Minggu, 02/05/2021 Umum 181 hits

Bimtek Online dan Offline di SMAN 5 Kota Tangerang sebagai Upaya

Meningkatkan Kompetensi Guru


Dari data Kementerian Komunikasi dan Informatika di akhir tahun 2019 masih ada 6% sekolah yang belum memperoleh akses internet. Angka itu menjadi keluhan orang tua siswa dan guru. Dari data Kemdikbud, di Indonesia di tahun 2020 ada 96,6% siswa belajar dari rumah. Sebanyak 86,6% siswa Indonesia belajar di rumah dengan mengerjakan tugas dari guru. Pembelajaran interaktif, hanya berhasil dilakukan oleh 38,8%. Sebanyak 53,55% guru kesulitan mengelola kelas selama Pembelajatran Jarak jauh (PJJ) dan 49,24% guru terhambat melaksanakan assesmen PJJ. Guru juga sulit menggunakan teknologi selama PJJ dengan jumlah 48,45%. Ditjen GTK Kemendikbud juga melakukan penguatan kompetensi guru, utamanya dalam menghadapi tantangan pembelajaran di tengah masa pandemi global Covid-19.

Sejalan dengan program kemdikbud tersebut, SMAN 5 telah melaju pembelajaran berbasis ICT. Dan pembelajaran dimanapun sejak pandemic menggunakan kurikulum yang serba darurat. Kurikulum dipangkas, melakukan segala sesuatu yang dilakukan secara cepat karena tidak ada opsi lain. Merdeka belajar adalah salah satu brand objektifitas pendidikan yang memerdekakan otak untuk mencari kesempatan dalam hidup dari sisi ekonomi dan jajahan dan yang membendung untuk sukses. Kemerdekaan dalam setiap instansi untuk merdeka belajar diantaranya dengan digitalisasi sekolah. Paradigma baru merdeka belajar untuk 5 tahun ke depan setidaknya sudah muncul dalam setia instansi sekolah. Tidak ada pembelajaran bagi siswa tanpa guru melakukan evaluasi revolusioner dan correlation dalam menerjemahkan ulang tanpa konsep. Di SMAN 5 kota Tangerang sudah terbiasa menjalankan proses pembelajaran secara online meski awalnya merupakan keterpaksaan karena wabah covid-19, dari tidak kenal belajar online, jadi kenal dan terbiasa, karena terpaksa menjadi belajar setiap prosesnya. Guru juga bisa bertukar pikiran dan pengalaman dengan praktisi pendidikan dan rekan-rekan lain. Guru juga otonom dalam merancang, melakukan dan merefleksikan PJJ.

                Mendikbud belum lama melauching guru penggerak sesuai komunitas yang ada di sekolah. Di semua sektor guru bergerak, bagaimana bapak/ibu guru melakukan pembelajaran setelah pandemi berakhir. Sehingga tercipta pembelajaran yang efektif, efisien melalui online (daring) maupun offline (luring). Saat ini SMAN 5 juga telah melakukan kajian-kajian, idetifikasi sehingga kepala sekolah dan guru siap menghadapi agar proses kegiatan belajar mengajar (KBM) berjalan dengan baik dan tanpa hambatan dalam bekerja setelah pandemi nanti dengan tatap muka. Diantaranya: (1) dialog sosial yakni terlibat aktif di berbagai kegiatan bagaimana sekolah dibuka kembali, (2) mempertimbangkan kesehatan dan lingkungan yang aman, (3) pekerjaan yang dilakukan oleh staf pendukung harus ada prokkes, tempat cuci tangan dll, (4) sosio-ekonomi dan psikologis siswa dan guru yakni pemenuhan hak dan kondisi kerja guru agar KBM berjalan dengan melihat SDM keuangan dan berbagai evaluasi yang intinya merespon perubahan yang dinamis. Ada sebuah pelajaran yang dipetik dari dunia pendidikan di tengah pandemi Covid-19, yakni pembelajaran tatap muka dengan guru terbukti lebih efektif ketimbang secara online (daring). Selamanya profesi guru tidak akan tergantikan oleh teknologi.

Salah satu ajaran yang terkenal dari sang bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara adalah “Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah”. Rumah harus kembali menjadi school of love. Pelajaran pertama, bahwa setiap anggota yang lebih dewasa harus mengajarkan sikap spiritual, sosial, pengetahuan dan keterampilan. Kedua, bahwa setiap rumah hendaknya menjadi tempat bagi setiap anggota keluarga, khususnya anak-anak, untuk bisa memperoleh  sikap spiritual, sosial dan pengetahuan dan keterampilan untuk kehidupan yang penuh makna di masa depan. Sikap spiritual dan sosial inilah yang akan membentuk karakter siswa. Pelajaran yang berharga dari Pandemi Covid-19.

SALAM MENGAJAR UNTUK NEGERI

Penulis : Dr. Aisiyatun Nafisah, M.Pd

Editor : Dadang, Hadi P, S.Kom

: tanpa label

JAJAK PENDAPAT

Informasi yang disajikan dalam situs ini menurut Anda ?

LOGIN