Minggu, 17-Oct-2021

Minggu, 02/05/2021 Umum 300 hits

TRANSFORMASI DIGITAL

DI SMAN 5 KOTA TANGERANG BANTEN

Oleh: Dr. Aisiyatun Nafisah, M.Pd

Guru PPKn pada SMAN 5 Kota Tangerang

 

SMAN 5 Kota Tangerang sebagai sekolah yang bergelar “The green school”  memiliki visi “terdepan dalam membangun dan mengantarkan pribadi terdidik yang berakhlakul karimah dan berbudaya lingkungan menuju sukses di era globalisasi, saat ini dipimpin oleh Dra. Sopiah Herawati, MM. Untuk mencapai visi tersebut semua warga sekolah saling kolaborasi dalam ekosistem pendidikan terutama di era pandemi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV-2) yang lebih dikenal Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) mencari solusi untuk tercapainya kualitas pembelajaran. Bagaimanapun juga pandemi yang datang secara tiba-tiba sangat mengagetkan dunia pendidikan di semua negara di belahan dunia.

Sejalan dengan hal tersebut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam  masa Darurat melalui daring. Dan hal baru di era pandemi adalah tuntutan literasi digital, dengan semua serba digital di era baru dengan transformasi pendidikan di sekolah harus mengimbangi dengan tatanan baru dalam menjalankan tugas. Guru dibuat kaget, tidak diberi waktu yang panjang untuk workshop sehingga penguasaan ICT juga harus dikuasai secara cepat, karena menyesuaikan dari sistem yang ada di internet. Bukan hanya di era pandemi, tapi setelah pandemi pun harus bisa. Mau tidak mau, suka tidak suka guru harus mencari solusi di pandemi ini. Dengan vicon, webinar dll dalam ekosistem sekolah. Sekolah memiliki karakter sendiri-sendiri cara berkembang sesuai dengan analisis kebutuhan.  Perkembangan teknologi yang semakin pesat menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi para guru untuk mengakselerasi transformasi digital. Banyak media yang bisa dimanfaatkan. Langsung dapat melalui telepon atau whatshap dan tidak langsung bisa melalui youtube, blog atau cara virtual lainnya.

Adanya kewajiban physical distancing dari pemerintah dan dari edaran perpanjangan masa work form home, menyebabkan pola Bimtek menyesuaikan. Di SMAN 5 pun telah dilakukan bimbingan teknis beberapa kali, baik online maupun offline alias menjadi guru penggerak. Guru yang bergerak, yang berarti mau berbagi tanpa harus diminta. Apa yang bisa kita lakukan, ya lakukan saja. Seperti berbagi melalui whatshapp, zoom atau aplikasi apapun. Bimtek pun yang digagas oleh kepala sekolah yang memiliki semangat tinggi, dan disupport oleh pengawas sekolah, Bintek dibuka langsung oleh kepala KCD kota Tangerang dan Tangsel Drs. H. Zaenal Abidin, MM. Bintek penguasaan ICT untuk pembelajaran di rumah (BDR) berupa penguasaan Google Suite, Google Meet, Google Form, Google Doc, Fly Exam, pembuatan video pembelajaran seperti Fastone, Kinemaster, powerpoint animation, Excel, Channel Youtube dll. Dipandu oleh tim IT sekolah yang handal seperti, Suprihono, M.Kom, Dadang Hadi P, S.Kom, Agus Salim, S.Pd dll. Dengan motto “Belajar Berbagi, dan Berbagi Belajar” saling berbagi itu saling menguatkan, memacu semangat bapak/ibu guru untuk belajar dan menjadi pembelajar. Juga materi-materi terkini seperti asessmen, Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan materi pendukung untuk model dan strategi pembelajaran dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga mampu meningkatkan kompetensi guru. Bimtek ini merupakan apresiasi positip karena dipandang menjadi program berkelanjutan dari program sebelumnya bahwa guru adalah agen perubahan. Guru yang cepat terbiasa dengan pembelajaran online bisa disimpulkan memiliki sumber daya guru yang bagus.  

: tanpa label

JAJAK PENDAPAT

Informasi yang disajikan dalam situs ini menurut Anda ?

LOGIN